Sejarah Kaos Oblong Di Indonesia
Konon, masuknya kaos oblong di Indonesia dibawa oleh orang-orang Belanda yang berdagang di Indonesia. Pada saat itu kaos oblong merupakan barang mahal sehingga kaos oblong hanya dimiliki oleh kaum elit pada masa itu. Mahalnya kaos oblong diakibatkan karena teknologi pada saat itu belum maju. Proses pemintalan dan proses produksi kaos oblong pun masih menggunakan teknik tradisional. Hal itu mengakibatkan perkembangan kaos oblong terhambat.
Namun, kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga merambah kalangan masyarakat menengah kebawah sekitar awal tahun 1970. Ketika itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77. Ada juga merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain.
Tahun 1980 an dunia kaos oblong dikuasai oleh industri kreatif. Muncul merek-merek terkenal seperti C59 dari Bandung, JOGER dari Bali, dan DAGADU dari Yogyakarta. Kaos-kaos ini terkenal dengan designnya yang unik dan menarik.
Tahun 1990 an adalah tahun dimana dunia kaos Indonesia diramaikan oleh maraknya insan-insan kreatif yang menjual kaos dengan design sendiri dan memproduksi sendiri, serta menjual di toko sendiri. Mereka inilah yang dikenal sebagai Distro Clothing. Distro sendiri merupakan singkatan dari "Distribution Outlet" yang berarti toko yang mendistribusikan atau menjual barang-barang unik termasuk kaos.
Saat ini, kaos oblong merupakan salah satu mode yang paling disukai oleh anak muda. Design yang simple namun elegan adalah alasan mengapa kaos oblong disukai. Semakin berkembangnya jaman kaos oblong juga ikut berkembang mengikuti trend yang ada di masyarakat. Model kaos oblong saat ini beragam, biasanya dibedakan dengan jenis sablon dan bentuk lubang leher.
Informasi & Pemesanan silahkan hubungi kontak dibawah :
- Whatsapp : 0856 4008 6927
- Email : venturakonveksi@gmail.com



Posting Komentar